Semalam aku terbangun oleh suara
aneh di dalam kepalaku. Suara itu seperti bergaung di ruang kecil otakku, suara
itu seolah suara radio kecil buatan jepang
yang bergema di aula yang luas. Sekosong itukah pikiranku? Atau memang
otaku terlalu kecil sehingga kepalaku seperti ruang kelas yang kosong dan hanya
terisi sebuah bola tenis kecil yang keberadaannya antara ada dan tidak ada.
Sebenarnya aku tidak terlalu
ingat apa yang dikatakan oleh suara itu tadi malam. Yang membuatku tersengat
adalah betapa gema suara itu membuatku
tersadar bahwa aku memang kosong, atau paling tidak kepalaku yang
kosong. Tidak... memang aku yang kosong.
Aku tidak berisi apa-apa. Aku hanya raga tanpa rasa. Hanya wujud tanpa sukma. Lantas
apakah aku?
Aku ingin memiliki isi namun
tidak ada yang mampu mengisiku. Tidak ... aku yang tidak mau terisi. Lantas untuk
apa raga dan wujudku?
Wujud dan ragaku memang tidak
berguna saat ini karena aku bukan di alam fisik..aku sedang tertidur dan ini
hanya mimpiku. Tidak... aku tidak sedang bermimpi, aku hanya ingin bermimpi
karena aku tidak sanggup untuk bertahan bila bukan di alam mimpi.

0 komentar:
Posting Komentar