![]() |
| image source:keterampilanmembacaastina.blogspot.com |
Learning is a word without
boundaries
kata
pepatah sih kejarlah ilmu sampai ke negeri Cina..nah apa memang harus sampai ke
negeri Cina?
Kalau
menurut saya sih maksudnya adalah tidak ada batasan untuk belajar sesuatu.
Batasan-batasan yang hadir seringkali karena asumsi personal. Waktu, umur,
tempat dan kesempatan seringkali menjadi barikade yang kita bangun sendiri
untuk belajar padahal mungkin dinding penghalang itu kita bangun dengan sangat
kuatnya dari campuran rasa malas sebagai batanya dan keapatisan sebagai
perekatnya....
Seperti
hari ini dikala saya diberikan kesempatan untuk belajar desain Web dasar
diantara kami para peserta secara tidak sadar muncul sikap devensisive atau bahkan resistant
terhadap materi yang akan coba “bertamu” ke otak kami. Umur yang sudah
tidak muda lagi atau tidak adanya
korelasi antara materi yang diberikan dengan penugasan sehari-hari menjadi
alasan idola untuk bersikap resistant tadi.
Untung saja hal ini hanya terjadi di 5-10 menit awal pelajaran namun setelah
itu semua peserta atau paling tidak mayoritas peserta terlihat sangat
bersemangat untuk menjamu “tamu” yang berkunjung ke otak yang sudah dijejali
oleh tugas pokok kami yang tidak ada hentinya.
Masalah
baru muncul pada saat materi meningkat ke level yang lebih tinggi. Satu persatu
peserta mulai bertumbangan di tengah jalan. Sekali lagi, untung saja pemateri
sebagai masinis kereta materi desain web ini mampu menyesuaikan kecepatan sehingga
peserta yang terjatuh bisa diangkut kembali.
Pada
akhirnya proses belajar tidak memiliki batasan ataupun penghalang. Batasan dan
penghalang itu hanyalah rekaan kita sendiri...
Because
Learning is a word without boundaries...

0 komentar:
Posting Komentar