Perkembangan pendidikan di papua ke arah yang lebih baik
Edgar Dalle mengungkapkan bahwa Pendidikan merupakan
usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui
kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan, yang berlangsung di sekolah dan di
luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat
mempermainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tetap untuk masa
yang akan datang. Dari pengertian diatas dapat kita katakan bahwa salah satu
peranan pendidikan adalah untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang dapat
mendukung pembangunan. Dengan demikian Pendidikan adalah
salah satu komponen penting dalam menggerakan roda pembangunan, bahkan
pendidikan menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan itu sendiri.
Seperti halnya di Papua, dinamika pembangunan terasa semakin cepat ditandai
dengan semakin meningkatnya mutu pendidikan. Sejalan dengan hal tersebut
Kualitas maupun kuantitas pendidikan juga semakin meningkat seiring semakin
cepatnya laju pembangunan di tanah Papua.
Semakin
banyaknya tokoh nasional baik di kalangan militer, birokrat maupun teknokrat
yang berasal dari tanah Papua juga secara tidak langsung menjadi indikator dari
semakin meningkatnya kualitas pendidikan di Papua. Sebut saja Annike Nelce
Bowaire (juara lomba fisika dunia), Enos Rumansara (Antropolog), Hans Wospakrik
(Ahli Fisika ITB), Balthasar Kambuaya (Menteri Lingkungan Hidup), Paulus
Waterpauw (Wakapolda Papua), dan masih banyak lagi. Perkembangan pendidikan di
Papua tidak terlepas dari usaha keras dari pemerintah baik pusat maupun daerah
beserta komponen bangsa yang lain seperti TNI/Polri dan tentu saja peran aktif
dari seluruh masyarakat khususnya masyarakat Papua itu sendiri.
Peran serta
masyrakat dalam peningkatan mutu pendidikan dapat kita lihat dari adanya
program Indonesia Mengajar yang di gagas oleh Anies Baswedan. Program ini turut
membantu mengatasi masalah keterbatasan tenaga pengajar di daerah terpencil di
Papua. Menurut data IndonesiaMengajar.org, tahun 2013 ini terdapat delapan
orang tenaga pengajar sukarela yang tersebar di wilayah kabupaten Fak-fak
Provinsi Papua Barat. Hal yang sama juga dilakukan oleh pihak TNI. Melalui
operasi Pembinaan Teritorialnya, banyak prajurit TNI yang menjadi tenaga
pengajar di daerah-daerah terpencil di seluruh wilayah Papua. Prajurit-prajurit
TNI tersebut dengan semagat yang tinggi mencoba memberikan karya mereka sebagai
guru di wilayah terpencil dengan tetap mengutamakan tugas pokoknya di bidang
pertahanan dan keamanan.
Tidak hanya
masalah tenaga pendidik, pemerintah juga menggenjot pembangunan
fasilitas-fasilitas pendidikan. Secara fisik kita dapat melihat pertumbuhan
jumlah bangunan sekolah yang ada di Papua, baik dari tingkat sekolah Dasar
sampai dengan sekolah lanjutan tingkat atas. Infrastruktur pendukung seperti
jalan dan jembatan juga semakin tumbuh berkembang sehingga memudahkan akses
bagi masyarakat Papua untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik. Demikian
juga animo masyarakat untuk mengecap pendidikan juga semakin meningkat, terlihat
dengan semakin banyaknya jumlah siswa setiap sekolah dari tahun ke tahun. Peningkatan
animo tersebut di respon oleh pemerintah dengan program affirmative Action
yaitu memberikan prioritas bagi putra asli Papua yang ingin melanjutkan pendidikan
yang lebih tinggi di Perguruan tinggi yang ada di pulau Jawa melalui jalur
Beasiswa. Program Affirmative Action ini juga memberikan kesempatan yang lebih
besar bagi putra asli Papua yang ingin menjadi perwira TNI. Seperti yang
dilansir oleh laman resmi Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B)
pada hari rabu tanggal 01 Mei 2013 bahwa TNI memberikan kuota bagi 29 Putra
Asli Papua disiapkan menjadi calon perwira TNI akan dibagi 20 angkatan darat,
empat taruna angkatan udara serta lima taruna angkatan laut. Pertumbuhan kuantitas secara fisik tersebut
juga diikuti peningkatan mutu tenaga pendidik dengan mengoptimalkan peran
Lembaga Peningkatan Mutu Pendidikan (LPMP). LPMP secara rutin melaksanakan penataran, seminar
maupun pelatihan bagi guru-guru yang ada di wilayah Papua.
Secara umum
kondisi peningkatan mutu pendidikan di Papua berjalan dinamis kearah yang lebih
baik. Pemerintah baik pusat maupun daerah dibantu oleh seluruh komponen bangsa
lainnya terus berupaya mengatasi kendala-kendala yang ada seperti kekurangan
tenaga pendidik, fasilitas pendidikan dan infrastuktur penunjang yang belum
maksimal. Dengan semangat dan optimisme yang tinggi pendidikan di Papua akan
berkembang dengan lebih pesat lagi.
0 komentar:
Posting Komentar