Jumat, 08 November 2013

Posted by Unknown Posted on 22.32 | No comments

Son first hero and Daughter first Love



Hari-hari yang ku lewati semakin berwarna dan bermakna dengan hadirnya dua malaikat kecilku. Emir Farrel Advansyah Bavaqy dan Quinnisa Pasca Savitry. Kegaduhan dan keceriaan selalu menghiasi suasana dibawah atap kami setiap hari. Masing - masing dari mereka memiliki keunikannya sendiri. Farrel dengan kemauannya yang keras disertai sikap sabar dan mengalahnya sedangkan Nisa dengan sikap manjanya yang selalu meluluhkan hati abangnya.

Tanpa maksud mendahului kemauan-Nya, jalan yang akan mereka tempuh masih sangat panjang dengan arena hidup yang sangat luas. Sepanjang dan seluas apapun itu, "I just wanna be his first hero and hers first love..."

To Be Continued.......

Kamis, 07 November 2013

Posted by Unknown Posted on 04.11 | No comments

Bidadari Yang Telah berkorban banyak bagiku


Andini Nurhajra SE,M.si
Sosok wanita yang pendiam dan terkesan pemalu bila anda pertama mengenalnya. Sosok yang rendah hati dan murah senyum. Hal ini berbanding terbalik bila Ia sedang membagikan ilmunya di depan mahasiswa-mahasiswanya. Anda akan mengenalnya sebagai Ibu Dosen yang tegas dan "galak" namun cair dalam penyampaian materinya. Beliau seperti menemukan dunianya bila sedang berkecimpung di dunia Pendidikan....

Disamping kesibukan luar biasa sebagai tenaga pendidik beliau juga mencurahkan lebih banyak waktu, tenaga dan pikiran untuk mengurus dua malaikat kecilnya serta tentu saja mengurus sang Suami yang merepotkan, menjekelkan tetapi sangat dicintainya :)

To Be Continued....


Senin, 04 November 2013

Posted by Unknown Posted on 20.18 | No comments

OCD.. antara kemauan dan impian

     Sekarang nih saya lagi mencoba yang namanya OCD.. Penjelasan gampangnya yaa Diet ala Oom Dedy sang Master..emang sih masih baru jalan semingguan lebih jadi blm bisa dibilang berhasil atau belum.

     Semula diet ini terasa mudah karena cukup dengan menahan lapar sampai pukul 13.00 setiap harinya dan mengakhiri makan maksimal pukul 20.00 setiap malam. 

    Yang menjadi masalah adalah bila ada teman atau atasan yang mengajak makan diluar jadwal tersebut. Lebih parahnya lagi bila yang ngajak makan itu "diri sendiri"... Wadoohh itu yang paling sulit di tawar :). 

    But so far I can Handle it well. Sekarang tinggal memelihara kemauan dengan menjadikan impian memiliki berat badan ideal sebagai Motivatornya... CaaaIIoo
Posted by Unknown Posted on 03.51 | No comments

Belajar Bahasa Inggris


PARTICIPATING IN PROFESSIONAL WORLD SPORTS IS GOOD FOR A COUNTRY


It is important for a country to participate in professional world sports. Participating in professional world sports give advantages for the country. Some benefits when participating in professional world sports include; unite the society, increasing income for the country and as the national pride.

First of all, participating in professional world sports can unite the society. The country which participate in world sports competition will have a unite supporter and those supporter is come from their own society. In the football world cup, the society will be standing, yelling, crying and laughing together to support their football national team. They throw out all of the race, tribe and political differences. They just have one purpose to support their national team. For instance, when Iraq participating in Asia Football Cup which is held in Jakarta, most of the people in Iraq stop their conflict and stand together to support their national team.

Secondly, participating in professional world sports can increase the national income. Every country which is act as the host of world sport competition such as football world cup will get the economic advantages. The national income of that country will increase from many resources such as the media license. Media in the world will compete each other to broadcast this professional football game. The license to broadcast this game is another benefit for country who act as the host of a football world cup competition. All media like ESPN, CNN and other major Sports channel will try their best to get the updated the viewer on newest status of their favorite team. As the results, national income increasing by the football world cup competition broadcasting royalty. Moreover, the other resources are visas of foreign player, taxes for the match, and merchandises selling.

Lastly, participating in professional world sports as a national pride. Become a respectable country in a particular sports will be a national pride for the country. Some of the country in the world such as Spain and Brazil considered as a respectable country in the world because of the football sport. Spain football national team is the best football team on the world based on FIFA ranks which is issue on January 2011 while Brazil is 5 times football world champions. Those things make the others country give a respect to Spain and Brazil. In the other words participating in football which is one of the professional world sports is a national pride for Spain, Brazil and the other country in the world.

To sum up, it is important for a country to participate in professional world sports.  
Participating in professional world sports brings so many advantages for country. Those advantages such as united the society, increase the national income and as a national pride.

Note : Tulisan ini dibuat saat sedang mengikuti kursus bahasa Inggris dan tentu saja terdapat banyak kesalahan di dalamnya. Paling tidak I had tried to write in English :)

Minggu, 03 November 2013

Posted by Unknown Posted on 23.31 | No comments

Resensi Buku


Resensi Buku

Judul buku        :  Post kolonial & Wisata sejarah dalam sejarah
Penulis              :  Zeffry  Alkatiri
Penerbit            :   Padasan
Tahun terbit      :   2012
Tebal buku       :    186 Halaman
Seperti kata pepatah “Banyak jalan menuju Roma” demikian pula cara untuk menyajikan sejarah atau peristiwa sejarah dan Zeffry Alkatiri selaku penulis buku ini memilih jalan sajak untuk mengantarkan kita mengarungi lautan sejarah.

 Buku ini dibagi menjadi dua bagian. Pada bagian pertama yang terdiri dari dua puluh satu sajak, Zeffry menuturkan tentang perjalanan sejarah Indonesia sejak era kolonoialisme yang ditandai dengan berlabuhnya kapal – kapal asing ke Nusantara (Cultus cargo, hal 3) sampai dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini (Pengakuan asli bangsa ini, hal 69). Salah satu sajak yang menarik pada bagian pertama ini adalah sajak ke 15 yang terdapat di halaman 31, yaitu “kami hanya menonton: Pengakuan si Midun, si Amat, dan si Inah”. Sajak tersebut mampu menggambarkan perjalanan sejarah rakyat indonesia dari zaman penjajahan Belanda, Penjajahan Jepang, perjuangan untuk kemerdekaan, orde lama,orde baru, reformasi hingga era sekarang ini yang diwarnai dengan korupsi dan ketidakpastian hukum.

Selanjutnya, pada bagian kedua yang terdiri dari sembilan puluh enam sajak, Zeffry mencoba membeberkan fakta – fakta sejarah dunia sejak zaman nabi Isa hadir di bumi (Desember – Februari, hal 73), revolusi Perancis (Teror prancis, Paris, 1792-1794, hal 106), penjatuhan bom atom di jepang yang merubah sejarah perang pasifik (Hiroshima-Nagasaki, 1945, hal 126) sampai dengan chaos atas nama demokrasi yang terjadi di Tunisia, Mesir dan Libya di tahun 2011 (Tunisia, Mesir dan Libya, 2011, hal 178). Dalam setiap sajak di bagian kedua ini, Zeffry mampu mengkritisi penggalan peristiwa sejarah yang menjadi icon pada masing-masing zaman dengan tulisan yang satir dan terkadang ironis.

Gaya penulisan sajak yang digunakan oleh Zeffry lebih kepada aliran realis daripada surealis. Zeffry memilih menuliskan ide – idenya dalam bentuk sajak yang lugas, tajam dan langsung ke esensi pesan yang ingin disampaikan ketimbang menghadirkan multi tafsir bagi pembaca dengan bahasa yang menerawang atau bahkan menjebak pembaca dalam ketidakjelasan makna. 

Buku ini cukup bernilai positif karena menawarkan cara yang berbeda dalam melihat ataupun mengkritisi suatu peristiwa bersejarah yaitu melalui kacamata sajak. Dilain pihak akan relatif lebih sulit bagi pembaca yang tidak mengikuti perkembangan sejarah baik sejarah Indonesia maupun dunia untuk memahami makna setiap sajak yang tersaji dalam buku ini. Demikian pula Penggunaan istilah asing dalam beberapa sajaknya cukup menyentil kengintahuan pembaca kritis untuk mencari makna dari setiap istilah asing yang digunakan, namun di sisi lain akan mengaburkan inti makna yang ingin disampaikan bila pembaca tidak punya “cukup waktu” untuk mencari arti dari istilah – istilah asing yang digunakan oleh sang penulis. Secara umum buku ini sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang memiliki ketertarikan terhadap dunia sastra dan sejarah.